15 Maret 2009

Manajemen Asfiksia Bayi Baru Lahir

By : Vincent

Asfiksia merupakan suatu gangguan bernafas neonatus pada saat setelah kelahiran. Keadaan tersebut merupakan suatu keadaan gawat darurat, sehingga manajemen penatalaksanaannya menjadi suatu hal yang penting untuk diketahui, dengan menajemen yang baik maka prognosisnya (perkiraan perjalanan penyakit) bisa menjadi lebih baik.

1. Penilaian = Bayi menangis, tidak bernafas spontan atau megap-megap

  • Langkah awal (Dilakukan dalam 30 detik)
Jaga Bayi agar tetap hangat
Atur posisi bayi
Isap lendir
Keringkan dan rangsang taktil
Reposisi
2. Penilaian = Apakah bayi menangis atau bernafas spontan dan teratur
  • Jika Ya ---> Lanjut No. 5
  • Jika Tidak ---> Lanjut No. 2a
2a. Ventilasi
Pasang sungkup, perhatikan lekatan
Ventilasi 2x dengan tekanan 30 cm air, amati gerak dada bayi
Bila dada bayi mengembang, lakukan ventilasi 20x dengan tekanan 20 cm air dalam 30 detik
3. Penilaian = Apakah bayi menangis atau bernafas spontan
  • Jika Ya ---> Lanjut No. 5
  • Jika Tidak ---> Lanjut No. 3a
3a. Lanjutkan Ventilasi, Hentikan tiap 30 detik

4. Penilaian = Apakah bayi manangis atau bernafas spontan
  • Jika Ya ---> Lanjut No. 5
  • Jikat Tidak ---> Lanjut No. 4a
4a. Lanjutkan Ventilasi selama 2 menit, Jika tidak berhasil ---> Siapkan rujukan
4b. Bila bayi tidak bisa dirujuk dan tidak bisa bernafas, hentikan Ventilasi setelah 20 menit
4c. Konseling dukungan emosional
4d. Pencatatan Bayi Meninggal

5. Asuhan Pasca Resusitasi
Jaga bayi agar tetap hangat
Lakukan Pemantauan
Konseling
Pencatatan

0 Comments:

© free template 3 columns